Monday, May 12, 2014

One Day Trip to Dusun Bambu and Vihara Vipassana Graha Bandung

Hai hai... Minggu lalu gue sempet posting mengenai weekend gue di Bogor dengan mode ngebolang, alias nyari jalan sendiri untuk sampai ke tempat wisata. Nah, pada postingan kali ini, gue liburan ke Dusun Bambu dan Vihara Vipassana Graha di Bandung dengan menggunakan jasa tour. Akhirnyaaa tahun ini gue ke Bandung juga! Hahaha... Mau tau gimana serunya perjalanan liburan gue kali ini? Cekidot!
Tugu Bambu di Depan Dusun Bambu
Hari Minggu tanggal 11 Mei 2014 sekitar 03.30 dini hari, gue beranjak dari tempat tidur gue yang nyaman karena gue akan bertamasya ke beberapa tempat di Bandung bersama teman-teman gue, di antaranya ke Dusun Bambu dan Vihara Vipassana Graha. Selanjutnya gue sarapan roti tawar dan minum susu. Pagi itu, gerimis kecil mengguyur wilayah rumah gue. Perasaan khawatir pun muncul. Sambil menunggu gerimis rintik-rintik yang turun, gue mandi. Setelah mandi, gerimis pun reda, tetapi masalahnya waktu sudah menunjukkan pukul setengah 5 pagi, padahal rombongan direncanakan berangkat pukul 05.30. Dengan menggunakan sepeda motor kesayangan, gue menuju ke kosan temen. Ternyata dari Sunter ke daerah Binus Kemanggisan kalau subuh, hanya memakan waktu sekitar 20 menit. Sesampainya di sana, temen gue udah pada ngumpul semua di dalem taksi! Artinya, gue datang sedikit terlambat. Buru-buru gue parkir motor dan masuk ke taksi. Argonya sudah menunjuk ke angka 10 ribuan, padahal kalau baru buka pintu hanya 7 ribu rupiah, berarti teman-teman gue udah nungguin gue sekian menit. Maap yah friends gue rada telat. Hehehe... Next!
Hutan Mini di Dusun Bambu
Kami tiba di lokasi berkumpul yang sudah ditentukan, kami merasa lega karena ternyata kami tidak terlambat. Kalau terlambat bisa ditinggal. Sekitar jam 6 pagi, rombongan pun berangkat. Kami menempuh perjalanan dari Jakarta ke Dusun Bambu kurang lebih selama 3 jam. Pukul 9 pagi, kami tiba di Dusun Bambu. Suasana pedesaan yang alami tersirat jelas mulai dari pintu masuk. Hawa sejuk menyelimuti kami sejak turun dari bus. HmMm... Segar rasanya! Tour guide mengharuskan kami kembali ke bus jam 12 siang dan harus sudah makan siang. Petualangan kami pun dimulai!
Taman Bunga di Dusun Bambu (1)
Seperti biasa, kegiatan yang kami lakukan di Dusun Bambu adalah berfoto ria! Ya, karena memang pemandangannya bagus dan mempesona. Untuk menggambarkan betapa indah susana di sana, bisa dilihat dari foto-foto yang gue pasang di postingan ini.
Taman Bunga di Dusun Bambu (2)
Waktu sudah menunjukkan pukul setengah 12, saatnya kami mencari makan siang. Di Dusun Bambu banyak tersedia berbagai macam jajanan tradisional. Pilihan makan siang kami jatuh kepada bakso Malang dan sate ayam! Harga makanan di tempat ini, menurut kami agak lebih tinggi dibanding jajanan di tempat lainnya, mungkin karena faktor lokasi kali yah. Hehehe... Oh iya, untuk berbelanja di sini, kita diharuskan menukar uang kita dengan uang pengganti seperti uang monopoli dengan pecahan 5 ribu, 10 ribu, dan 20 ribu, tetapi apabila masih terdapat sisa, maka tetap bisa di-refund. Waktu pun sudah menunjukkan pukul 12 dan kami harus kembali ke bus.
Taman Bunga di Dusun Bambu (3)
Ternyata kami terlambat sekitar 15 menit dan kami orang terakhir yang kembali ke bus. Perasaan ga enak dengan penumpang lainnya pun menyelimuti kami. Oke, perjalanan dilanjutkan ke destinasi yang kedua, yaitu Vihara Vipassana Graha!
Patung Buddha di Vihara Vipassana Graha
Lama perjalanan dari Dusun Bambu ke Vihara Vipassana Graha kurang lebih 20 menit. Setibanya di vihara, kami diberi waktu 1 jam untuk berkeliling.
Tampak Depan Vihara Vipassana Graha
Dan lagi-lagi kegiatan yang kami lakukan adalah berfoto ria! Di tengah sesi foto, kami menyempatkan diri untuk ganti baju agar menimbulkan efek suasana yang berbeda pada foto-foto kami selanjutnya. Macam artis terkenal ajah yak?! Hahaha... Next!
Sebuah Tugu di Komplek Vihara Vipassana Graha
Satu jam pun berlalu, kami kembali ke bus. Perjalanan pun dilanjutkan ke destinasi yang ketiga, yaitu Tahu Susu Lembang. Karena perjalanan lancar, maka waktu yang ditempuh pun hanya sebentar.
Patung Gajah di Vihara Vipassana Graha
Di Tahu Susu Lembang, kami diberikan waktu 1 jam untuk berkeliling. Kami pun berkeliling. Suasana di tempat ini seperti pasar yang menjual berbagai makanan dan minuman dengan bahan dasar susu. Harganya pun standar. Gue membeli 1 pak tahu susu goreng dan 1 gelas susu murni rasa melon. Untuk 1 pak tahu susu goreng dihargai 10 ribu rupiah dan untuk 1 gelas susu murni rasa melon dihargai 8 ribu rupiah. Satu jam pun berlalu dan kami harus kembali ke bus. Oke, perjalanan pun dilanjutkan ke destinasi yang terakhir, yaitu tempat membeli oleh-oleh, Kartika Sari!
Kartika Sari
Perjalanan ke Kartika Sari macet. Kami pun tiba di Kartika Sari sekitar pukul 5 sore dan kami diberi waktu untuk membeli oleh-oleh selama 1 jam. Gue membeli oleh-oleh untuk keluarga berupa kue molen pisang coklat karena oleh-oleh yang ngehits di Kartika Sari adalah kue molen pisang. Waktu pun sudah menunjukkan pukul 6 dan perjalanan pulang ke Jakarta pun dimulai.
Taman Bunga di Dusun Bambu (4)
Sekitar pukul 19.20, rombongan beristirahat di rest area KM 62 untuk makan malam. Pilihan makanan di rest area ini cukup banyak dan lagi-lagi kami diberi waktu sekitar 1 jam untuk makan malam. Kami pun memutuskan untuk memilih 2 restoran fastfood. Restoran yang pertama untuk membeli paket nasi dan restoran yang lain untuk membeli burger. Kelaparan kronis neh kayaknya. Hahaha... Setelah selesai makan malam sekitar pukul 20.30, perjalanan kembali ke Jakarta pun dilanjutkan.
Taman Bunga di Dusun Bambu (5)
Sekitar pukul 10 malam, kami tiba di tempat pemberangkatan kami tadi pagi. Kami mencari taksi untuk kembali ke kos temen gue dimana gue memarkirkan motor kesayangan gue di sana. Setelah itu, gue pun pulang. Gue sampai di rumah sekitar jam setengah 12 malam.
Hamparan Persawahan di Dusun Bambu
Demikianlah serunya one day trip gue ke Dusun Bambu, Vihara Vipassana Graha, Tahu Susu Lembang, dan Kartika Sari di Bandung. Terima kasih sudah membaca dan enjoy! \(^.^)/
Hamparan Pegunungan di Sekitar Dusun Bambu
Gue megang buah apa ajah tuwh?! (0_o)
Love Me! (^.^)v

Monday, May 5, 2014

One Day Trip to Pura Jagat Karta Bogor

Hai hai... Ada postingan baru lagi nih guys, kebetulan lagi ada bahan yang menurut gue menarik untuk di-share. Hehehe... Postingan kali ini mengenai pengalaman pribadi gue bersama teman-teman melakukan one day trip ke Pura Jagat Karta Bogor. Gimana serunya jalan-jalan kali ini? Cekidot!
Bagian Samping Pura Jagat Karta Bogor
Hari Minggu, tanggal 4 Mei 2014, sekitar pukul 9 pagi, kami berkumpul di kos salah satu teman di daerah sekitar kampus almamater kami, Binus (Kemanggisan). Setelah berkumpul, kami berangkat ke stasiun Tanah Abang dengan menggunakan taksi. Di sana kami membeli tiket commuter line dengan tujuan Bogor. Setelah menunggu kurang lebih 10 menit, KRL yang menuju ke Bogor pun datang. Ternyata keretanya cukup padat tetapi tidak sampai berdesak-desakan sehingga kami berdiri sampai Bogor.

Sekitar pukul setengah 12 siang, kami sampai di stasiun Bogor. Karena khawatir di tempat wisata yang kami tuju sulit untuk mencari penjual makanan, maka kami memutuskan untuk makan siang di salah satu restoran fast food di Bogor Trade Mall (BTM) dengan menggunakan angkot 02 yang berwarna hijau. Di mall ini ada yang unik, jika biasanya kita ke toilet untuk buang air kecil di mall Jakarta tidak pernah dikenakan biaya, maka di mall ini dikenakan biaya 1000 rupiah sekali masuk. Hehehe... Setelah itu, kami langsung melanjutkan perjalanan.
Makan siang dulu di BTM
Tujuan kami yang pertama adalah Kampung Sindang Barang. Karena bingung bagaimana ke sana, maka kami bertanya kepada penyapu jalan. Diberitahu olehnya bahwa kami harus naek angkot yang bertulisan SBR. Tidak jauh dari situ, ada angkot 03 warna hijau yang berstikerkan SBR, lalu kami naik. Alasan kami ke Kampung Sindang Barang karena menurut informasi yang kami dapat, di sana ada kampung budaya. Setelah turun dari angkot, kami harus berjalan dahulu sekitar 25 menit untuk sampai di sana. Hari semakin siang dan terik matahari semakin terasa. Setelah berlelah-lelah jalan kaki dan sampai di tujuan, kekecewaan yang dalam menghampiri kami, karena ternyata dari informasi yang kami dapat dan kenyataan yang kami jumpai berbeda jauh. Kampung Sindang Barang hanya lapangan hijau dengan rumah-rumah seperti gazebo di sekitarnya. Setelah mengalami kekecewaan, kami pun berjalan kaki lagi untuk kembali ke jalan dimana kami bisa menemui angkot lagi. Sesampainya di jalan besar, kami naik angkot 03 untuk menuju ke tujuan kami selanjutnya, yaitu Pura Jagat Karta.
Pura Jagat Karta Bogor
Perjalanan yang kami tempuh cukup jauh, hingga akhirnya kami harus berganti angkot untuk mencapai pura yang terletak di kaki Gunung Salak itu. Menurut informasi yang didapat, kami harus naik angkot dengan tujuan ke Ciapus, tetapi akses ke pura tersebut agak jauh dari jalan raya sehingga kami memutuskan untuk mencarter angkot. Kami pun tiba di Pura Jagat Karta.
Pengunjung harus mengenakan kain ini
Udara di sana begitu sejuk, pemandangan berlatar belakang pegunungan menambah indahnya suasana. Tak ingin menghabiskan waktu lebih banyak, kami bergegas untuk berfoto ria di sana. Sebelum memasuki kawasan pura, kami diharuskan untuk memakai kain seperti kasut yang dikenakan di pinggang, lalu kami berfoto ria.
Gapura di depan Pura Jagat Karta Bogor
Selesai berfoto ria, kami mempertimbangkan untuk mendatangi tujuan selanjutnya yaitu Curug Nangka, sayangnya, waktu sudah sore dan jarak kami dari stasiun Bogor masih jauh, maka kami memutuskan untuk pulang.

Begitu kami tiba di stasiun Bogor, antrian penumpang yang ingin membeli tiket commuter line cukup panjang, hal inipun mengejutkan kami. Tiba-tiba ada kejadian unik, kami dihampiri oleh beberapa perempuan bule muda yang tidak bisa berbahasa Indonesia, mereka bertanya dimana loket untuk membeli tiket ke Jakarta, kami pun memberitahukan dengan menggunakan kemampuan bahasa Inggris kami yang seadanya. Hahaha... Setelah membeli tiket, kami menuju KRL yang akan segera berangkat. Saat berjalan ke KRL, ada yang memanggil nama gue, pas gue nengok, ternyata yang manggil gue adalah mahasiswi yang dulu pernah magang di kantor gue, dan dia memang orang Bogor. Hehehe... Skip.

Kami sempat transit di stasiun Manggarai untuk menunggu KRL yang menuju stasiun Tanah Abang. Sesampainya di stasiun Tanah Abang, kami kembali ke kos teman kami dengan menggunakan bajaj ramah lingkungan.

Demikianlah cerita one day trip kami ke Pura Jagat Karta Bogor. Semoga bermanfaat! Sampai jumpa di perjalan kami berikutnya! \(^.^)/

Friday, May 2, 2014

#XMakanMaster at XMGravity

Hai hai... Setelah sebulan berlalu dari postingan yang trakhir, nampaknya gue harus update blog lagi nieh. Hehehe... Kali ini gue akan memposting mengenai lomba makan mie yang diselenggarakan di XMGravity. Kayak gimana sih serunya? Cekidot dhe~!!

#XMakanMaster
Hari Jumat tanggal 2 Mei 2014, XMGravity mengadakan lomba makan mie yang berhadiah cuti bagi 2 pemenang pertama. Kategori dibagi menjadi 2, yaitu kategori pria dan wanita. Sistem yang digunakan adalah sistem grup dan yang tercepat akan masuk ke babak semi final dan babak final.

Saat babak penyisihan, gue masuk ke grup 2 yang terdiri dari 8 orang pria. Mie sudah dihidangkan di depan mata, hitungan mundur pun dimulai, daaannn go~!!

Singkat kata singkat cerita, gue berhasil lolos dari babak penyisihan dan lanjut ke babak semi final. Akan tetapi sangat disayangkan, di babak semi final gue mengalami kekalahan. Huhuhu...

Pengen tau gimana sih meriahnya lomba makan mie ini? So, udah gue siapkan videonya. Silakan disimak yah! Enjoy~!! \(^.^)/ #XMakanMaster

Tuesday, April 1, 2014

Longweekend di Puncak dan Mengunjungi Taman Bunga Nusantara

Hai hai... Sudah memasuki awal bulan baru, saatnya meng-update blog gue yang kece ini. Hahaha... Tema postingan gue kali ini adalah longweekend di akhir bulan Maret kemarin. Liburan longweekend kali ini gue pergi ke Puncak bersama beberapa teman yang baru gue kenal. Mereka satu angkatan juga sih dengan gue waktu jaman kuliah dulu, tapi gue baru kenal sekarang. Hahaha... So, langsung ajah gue ceritain yah... Cekidot!
Taman Bunga Nusantara (1)
Hari Sabtu tanggal 29 Maret 2014, sekitar jam setengah 2 siang, gue sudah sampai di meeting point yang sudah kami sepakati, yaitu Central Park Mall. Setelah beberapa teman berkumpul, kami membeli lauk dan kebutuhan untuk perbekalan, seperti daging ayam olahan, sikat gigi, tissue, dan lain sebagainya. Setelah berbelanja, kami berangkat ke salah satu rumah teman kami untuk menjemputnya. Lalu kami mengisi bensin dan mengecek angin roda mobil kemudian berangkat dari Jakarta menuju Puncak sekitar pukul 5 sore.
Taman Bunga Nusantara (2)
Awalnya perjalanan kami cukup lancar, sampai akhirnya kami mengalami kemacetan parah menjelang keluar dari pintu tol Ciawi. Saking parahnya, kami baru tiba di villa teman kami sekitar pukul setengah 12 malam. Cuaca pun hujan deras selama perjalanan. Rasa lapar mendera kami karena kami tidak sempat makan malam di jalan. Kami membeli nasi matang dan menggoreng beberapa lauk yang kami belanjakan tadi, tak lupa kami membuat mie instan goreng sebagai tambahan lauk. Setelah makan, kami mandi secara bergantian dan kemudian tidur.
Taman Bunga Nusantara (3)
Pagi harinya, kami bangun sekitar pukul 9 dan menyiapkan sarapan pagi. Kami membuat nasi goreng dan mie goreng juga telor dadar sebagai lauk. Sambil sarapan, kami pun mandi secara bergantian. Setelah semuanya selesai, kami pergi ke Taman Bunga Nusantara. Tak lupa kami membawa perbekalan, yaitu nasi goreng yang kami buat pagi harinya.
Taman Bunga Nusantara (4)
Perjalanan ke Taman Bunga Nusantara tidak memakan waktu yang lama karena perjalanan cukup lancar. Sesampainya di Taman Bunga Nusantara, sempat diguyur hujan. Kami merasa agak kecewa dan kami menunggu sampai cerah di pintu masuk. Tak lama kemudian, cuaca menjadi cerah. Kami pun merasa bahagia, lalu membeli tiket masuk.
Taman Bunga Nusantara (5)
Kegiatan utama kami di Taman Bunga Nusantara tak lain dan tak bukan adalah berfoto ria! Sekalian gue kasih unjuk dhe foto-fotonya. Hehehe...
Taman Bunga Nusantara (6)
Singkat cerita, hari sudah siang dan cuaca pun mulai panas, kami meninggalkan Taman Bunga Nusantara dan melanjutkan perjalanan untuk mencari makan siang. Setelah selesai makan siang, kami kembali ke villa.
Taman Bunga Nusantara (7)
Tak disangka dan tak diduga, ternyata listrik di villa mati akibat gangguan dari PLN. Persediaan air untuk mandi pun tidak ada karena pompa air tidak dapat menyala. Untuk mengisi waktu, kami putuskan untuk jalan-jalan sore di komplek villa. Hari sudah semakin sore dan listrik belum menyala juga. Akhirnya kami putuskan untuk mencari makan malam sekaligus oleh-oleh.
Taman Bunga Nusantara (8)
Sesampainya di tempat oleh-oleh, kami memilih dan membeli oleh-oleh untuk keluarga dan kerabat kami. Lalu kami lanjutkan dengan makan malam dan pilihannya jatuh ke Warung Sate Shinta yang tak jauh dari lokasi kami membeli oleh-oleh. Awalnya kami ingin makan PSK (Pedagang Sate Kiloan), tetapi jalanan sangat macet sehingga kami mencari makan malam yang relatif dekat. Setelah selesai makan malam, kami pun kembali ke villa. Itu pun kami harus menunggu selama kurang lebih 1 jam karena jalanan macet, padahal lokasinya relatif dekat dengan villa kami.
Taman Bunga Nusantara (9)
Sesampainya di villa, listrik pun belum menyala dan masih dalam tahap perbaikan, padahal rasa kantuk dan lelah sudah mendera kami. Akhirnya sekitar pukul setengah 12 malam, perbaikan listrik selesai dan listrik sudah menyala kembali. Kami pun mandi bergantian. Setelah semua selesai mandi, kami pergi tidur.
Taman Bunga Nusantara (10)
Senin pagi tanggal 31 Maret 2014, kami bangun pagi dan menyiapkan sarapan serta mandi secara bergantian. Setelah itu, kami membereskan barang-barang kami dan pulang. Kami berangkat dari villa sekitar pukul 10 pagi.
Tim Paparazzi... :p
Awalnya jalan pulang cukup lancar tetapi di tengah jalan kami menemui kemacetan parah, terutama dari persimpangan Taman Safari. Perjalanan pulang juga memakan waktu yang tidak kalah lama seperti perjalanan berangkat akibat macet total. Pukul setengah 3 sore, one way turun pun diberlakukan, kami pun merasa senang karena lumayan memperlancar perjalanan kami. Karena belum makan siang, maka kami menyempatkan diri mampir ke Cimory Mountain View untuk makan siang dan membeli oleh-oleh lagi. Hehehe... Saat di Cimory, hujan deras mengguyur.
Kolam Pemancingan di Komplek Villa
Setelah selesai makan siang dan membeli oleh-oleh, kami melanjutkan perjalanan kembali ke Jakarta. Di tol Jagorawi pun kami menemui kemacetan tetapi tidak sampai separah kemarin. Sekitar pukul 6 sore, gue sudah sampai di rumah dengan selamat.
Cimory Mountain View
Begitulah cerita liburan gue selama longweekend ini. Enjoy! \(^.^)/
Kupu-Kupu
Taman Bunga Nusantara (11)
Selfie... :p
Taman Bunga Nusantara (12)
Taman Bunga Nusantara (13)
Taman Bunga Nusantara (14)
Taman Bunga Nusantara (15)

Monday, March 17, 2014

Mari Merayakan Ekaristi dengan Baik dan Benar

Sekedar berbagi, semoga bermanfaat membantu kita sekalian dalam menghayati Sakramen Ekaristi :)

Gereja Katolik Paroki Santo Lukas
Berikut beberapa hal yang bisa menjadi panduan dalam mengikuti Sakramen Ekaristi, puncak iman Katolik kita:

1. Masuk ke Gereja membuat tanda salib.
Jangan terburu-buru, tetapi hayatilah dan syukurilah bahwa karena rahmat Baptis anda bisa bergabung ke dalam persekutuan Gereja. Jangan membiasakan memberi air suci pada orang lain dengan mengulurkan jari anda. Ketika anda dibaptis anda dipanggil dengan nama pribadi anda, berarti sangat personal, maka tanda salib jangan dibuat dengan asal-asalan

2. Perayaan Ekaristi/ Misa Kudus adalah rangkaian doa. 
Maka tanda salib hanya dilakukan pada awal dan akhir misa kudus saja yaitu ketika imam memulai dan mengakhiri misa. Jangan buat tanda salib banyak-banyak. Tanda Salib di sini menunjuk pada tanda salib biasa dan bukan penandaan dahi, bibir, dan dada dengan salib yang tetap harus dilakukan saat bacaan Injil.

3. Ketika doa pembuka, sampaikanlah ujud pribadi anda dalam hati, singkat saja sambil mengaminkan doa yang dibawakan imam.
Tuhan sudah tahu masalah anda jadi tidak perlu bertele-tele. Pada zaman dahulu, kesempatan ini diisi dengan doa spontan oleh umat yang hadir, yang akhirnya ditutup oleh imam. (Kesempatan lain yang bisa dilakukan untuk menyampaikan ujud pribadi adalah ketika doa umat, pada waktu yang disediakan).

4. Tanda salib yang dibuat sebaiknya tanda salib besar, yaitu dengan menyentuh pusar (sebagai lambang inkarnasi Kristus).
Tidak membuat tanda salib ketika imam memberi absolusi umum ("...semoga Allah mengasihani kita...dst.."), karena yang kita ikuti adalah Misa Kudus bukan Sakramen Tobat. Tidak salah membuat tanda salib dengan menyentuh dada ketika berkata "Putra".

5. Berlutut sebelum duduk, jangan asal-asalan, jangan hanya membungkuk, kecuali terpaksa. 
Yang ada di depan anda adalah Kristus sebenar-benarnya dalam rupa Hosti di Tabernakel. Ingatlah sejenak juga akan inkarnasi Kristus. Hosti dalam Tabernakel, bisa diasosiasikan dengan Kristus dalam rahim Maria. Tentang pakaian yang pantas untuk menghadap Pencipta anda sendiri yang ada secara fisik di hadapan anda, anda pasti bisa memilihnya bukan? Seberapa sopan anda berpakaian mencerminkan seberapa tinggi penghormatan anda akan Kristus dalam tabernakel.

6. Nyanyikanlah Tuhan Kasihanilah kami dan Kemuliaan dengan penuh hormat. 
Harap diingat bahwa Kemuliaan adalah kidung malaikat di padang Efrata ketika kelahiran Kristus. Jadi, mohon dinyanyikan dengan penuh sukacita dan hormat.

7. Bacaan kitab suci yang dibacakan dari ambo (mimbar) adalah waktu Allah berbicara dan kita mendengarkan, yaitu menyimak dengan penuh perhatian. 
Jika paroki anda menyediakan teks misa, anda lebih baik membaca kutipan bacaan sebelum misa dimulai. Tatap lektor/imamnya karena Allah sedang berbicara pada anda. Komunikasi yang baik dalam percakapan adalah saling menatap bukan? Pembacaan Injil - dan bukannya homili - adalah puncak Liturgi Sabda. Harap diingat, suara yang anda dengar adalah Suara Kristus sendiri karena imam bertindak IN PERSONA CHRISTI (mewakili Kristus sepenuh-penuhnya)

8. Mohon menyanyikan KUDUS dengan sepenuh hati, dengan keagungan, jangan asal-asalan. 
Dikarenakan bahwa ketika menyanyikan/mengucapkan KUDUS kita bergabung dengan seluruh penghuni surga yang memuji Allah tak henti.

9. Ketika konsekrasi (Inilah Tubuh-Ku, Inilah Darah-Ku atau ketika Hosti diangkat dan Piala diangkat) anda boleh mengangkat kedua tangan yang terkatup seperti ritus ibadat di Pura Hindu, namun berlutut sudah merupakan ungkapan penyembahan. 
Yang terpenting ketika konsekrasi adalah anda harus menatap-Nya. Harap diingat, Suara yang anda dengar (Inilah Tubuh-Ku, Inilah Darah-Ku, adalah Suara Kristus sendiri. Lagi, hal ini dikarenakan Imam bertindak IN PERSONA CHRISTI. Jadi? TATAPLAH Hosti dan Piala itu dengan penuh hormat, yakinkan pada diri anda kalau itu adalah Kristus sendiri, bukannya sibuk dengan permohonan dalam hati.

10. Ketika imam mengucapkan/menyanyikan : "Dengan perantaraan Kristus, bersama Dia, dan dalam Dia...dst..." Ikutilah dalam hati, TATAPLAH hosti dan piala yang diangkat.
Ketika "AMIN" dinyanyikan (dalam bahasa inggris disebut THE GREAT AMEN"). Mohon dinyanyikan dengan sepenuh hati, dengan suara terindah yang anda miliki. Dikarenakan bahwa The Great Amen ini adalah puncak Liturgi Ekaristi.

11. Jangan menadahkan tangan seperti imam, pada waktu berdoa atau menyanyikan Bapa Kami.
Dikarenakan imam sedang berdoa atas nama Gereja atau IN PERSONA ECCLESIA. Sikap yang benar adalah mengatupkan tangan, tanda berdoa. Hayatilah doa Bapa Kami. Sadarilah bahwa "rezeki" yang anda minta itu terutama adalah "Roti Hidup" dalam Ekaristi. (dalam bahasa aslinya (Aram), doa Bapa Kami menggunakan kata "roti" bukan rezeki. Pun, dalam bahasa latin digunakan kata "PANEM" yang berarti roti.)

12. Tidak mengucapkan doa  PRESIDENSIAL (yang boleh diucapkan oleh imam saja) doa: "..jangan perhitungkan dosa kami tetapi perhatikanlah iman Gereja-Mu". 
Jika Imam mengucapkan "marilah kita mohon damai Tuhan" dsb sebelum doa ini, bukan berarti kita harus ikut mengucapkan doa ini. Ucapkan dalam hati saja kemudian diaminkan dengan iman.

13. Ketika menerima komuni, TATAPLAH terlebih dahulu hosti yang diangkat sebelum ditaruh di tangan Anda. Amin harus diucapkan dengan penuh iman.

14. Tidak perlu ikut menghormat ketika imam menghormati Tabernakel dan altar (juga pada waktu awal misa).
Tidak masalah jika anda tetap melakukannya karena merupakan kebiasaaan yang saleh. Namun kalau anda menghadiri misa di luar negeri, jangan kaget kalau di negara tertentu praktik ini tidak dilakukan.

15. Mengambil air suci pada saat keluar Gereja tidak perlu dilakukan.
Mengambil air suci sebelum anda masuk gereja sebenarnya kurang lebih berfungsi seperti wudhu, yaitu untuk menyucikan (dan mengingatkan akan Baptis). Ketika anda selesai misa, Kristus yang Maha Suci sudah masuk dalam tubuh anda, tidak diperlukan lagi sarana penyucian lain. Namun demikian, tidak ada salahnya kalau dilakukan, asal jangan karena latah, namun harus disertai kesadaran iman, bahwa anda kini diutus untuk mewartakan karya salib Kristus lewat perkataan dan perbuatan.

Anda harus menjadi contoh bagi orang lain. Jangan takut untuk mensosialisasikan hal-hal di atas pada siapa saja yang menghadiri misa bersama anda.

Tambahan :
Sampaikan dengan sopan pada saudara dari persekutuan gerejawi lain (Protestan) agar mereka tidak ikut mengambil komuni, namun boleh menerima berkat seperti katekumen yaitu dengan menyilangkan tangan di depan dada, sehingga yang memberikan komuni tahu bahwa dia bukanlah seorang katolik. Walaupun mereka tergabung dalam semacam persekutuan dengan Gereja Katolik berkat Sakramen Baptis, namun komuni hanya diperuntukkan bagi mereka yang berada dalam persekutuan penuh dengan Uskup Roma (Paus sebagai penerus Petrus), dengan kata lain komuni hanya eksklusif untuk umat Katolik.

Tambahan bagi perempuan katolik :
Jangan merasa terhalang menerima komuni jika anda sedang mengalami datang bulan. Tuhan Yesus tidak mempermasalahkan sesuatu yang manusiawi. Konsep terhalang karena datang bulan hanya ada di tetangga seberang.

Sumber: www.ekaristi.org

Thursday, March 13, 2014

My Google Analytics Platform Principles Certificate

Yeay! Today, March 13th, 2013, i have reached my Google Analytics Platform Principles Certificate from Google Analytics Academy! Thanks God! \(^.^)/
Google Analytics Platform Principles Certificate from Google Analytics Academy

Monday, February 24, 2014

Valentine Day 2014 at XMGravity

Halooo... Seperti biasa, gue nge-update blog lagi nih. Hehehe... Kali ini temanya adalah Valentine! Mungkin dari kalian ada yang komentar, Hah Valentine?! Ini udah tanggal berapa keleeezzz... Okay okay, maapkan gue yang telat nge-update. Hehehe... Untuk merayakan Valentine tahun ini, kantor gue ngebikin video dengan konsep "Happy". So, gimana ceritanya? Silakan disimak. Hehehe...

Pada hari Jumat tanggal 14 Februari 2014, dresscode ke kantor adalah baju warna pink. Wow! Untung gue punya kaos warna pink. Hehehe... Lalu kita-kita disuruh jejogedan berjamaah terus divideoin. Hahaha... Jujur, sampe sini gue udah ga tau mao nulis apaan lagi. Ya udah, sampe di sini dulu dah postingan gue kali ini. Gue kasih liat langsung ajah dah videonya daripada gue bingung mo nulis apa. Hahaha... Cekidot!

Berikut video Valentine versi XMGravity. Enjoy! \(^.^)/